Solo Travelling Gunung Gede - SUPER DUPER UNPLANNED

Ok here I go , akhirnya disempet sempetin nulis lagi ditengah tengah nulis skripsi dan nulis masa depan eaaa~

Pemilu kemarin 17 April 2019 , amat sangat begitu kecewa sekali karena tidak bisa nyoblos yang akhirnya pulang dengan tangan kosong dan ada suatu kejadian yang membuat saya tidak bisa pulang kerumah .

Besoknya 18 April 2019 , saya bingung mau kemana karena pada saat itu tgl 19 april-nya juga tanggal merah libur nasional , sayang kan kalo gabut gak dimanfaatin liburannya , akhirnya iseng cari hashtag #gununggede dan lalu ada postingan "cari barengan ke gunung gede" di instagram salah satu akun pecinta alam gitu .
kenapa Gunung Gede ?

1 . Karena ini gunung paling dekat dengan Jakarta dan saya belum pernah kesini
2. Karena saya sendirian , so paling aman ya cari gunung yg safe buat perempuan dan pemula

Setelah saya DM beberapa orang yg post di Instagram tersebut mengutarakan niat saya untuk join naik Gunung Gede , membuahkan hasil dimana DM saya dijawab ,
 "oke mbak berapa orang? kita ber 12 orang nih , rencana naik mobil kesana"
dengan was - was saya bertanya
" ada cewe nya nggak mas? soalnya saya sendiri dan saya gak punya tenda "
dibalas "ada mbak 2 orang , jadi sama mbaknya 3 orang  , tenda ready"
oke good saya balas "Alhamdulillah yaudah saya fix join ya mas , saya harus bayar berapa?"
"300.000 mbak , sudah incld makan selama perjalanan"

COOL ! Let's GO!

19 April 2019 saya bayar registrasi dan memastikan ke mereka saya didaftarkan online pendakian Gunung Gede *Fyi Gunung Gede mewajibkan registrasi online*

20 April 2019 , sesuai dengan kesepakatan di whatsapp , kami semua berkumpul dirumah salah satu peserta pendakian ini , kumpul sekitar jm 7 malam , karena hujan kami baru start berangkat jm 10 malam , ada 3 mobil saat itu untuk 13 orang saya naik di mobile kedua.

Sampai di basecamp mang idi puncak sekitar jm 12 malam , kami makan lalu numpang tidur di warung tersebut untuk mempersiapkan tenaga pendakian esok hari .

21 April 2019 jam 6 pagi kami bangun dan siap siap berangkat , ketua rombongan nego harga untuk carter 2 angkot menuju basecamp registrasi via jalur gunung putri .

angkot dari mang idi ke basecamp registrasi jalur gunung putri

Jam 8 pagi selesai registrasi peserta kami cus melangkahkan kaki untuk pendakian ini dimana belum 10 menit berjalan , di kiri jalan ada warung makan yang memanggil perut kami , hmmmm mampir sebentar buat makan boleh kali yaa .
sekitar setengah 9 kami mulai jalan lagi setelah terhenti oleh jadwal sarapan tadi .
Naaah baru pos 1 itu udah indah banget pemandangannya , bikin semangat buat terus melangkah :)


- OIYA LUPA SAYA HARUS MENCERITAKAN SESUATU !

dikarenakan murid saya hari senin , yakni 22 April 2019 ujian nasional hari pertama, 
maka saya hari minggu malamnya , yakni 21 April 2019 jam 7 malam harus mengajar,
mau tidak mau saya harus turun gunung pagi - pagi sekali , 
agar sampai di bogor jam 5 sore dan sampai di jakarta jm 7 malam ,
sedangkan tim pendakian yg saya join ini , berencana turun gunung 22 April 2019 dini hari.
dan hal inilah yang membuat saya harus turun gunung SEORANG DIRI.


Di awal pendakian saya sudah izin dengan mereka untuk memisahkan diri turun gunung lebih dulu dari mereka dengan alasan diatas tadi , dan mereka mengizinkan namun dianjurkan untuk mencari barengan orang yang akan turun gunung juga keesokan hari agar tidak turun sendirian .

skip skip balik lagi ke pendakian .

sekitar 2 jam pendakian sampai juga di pos 2

Pos 2
girls club banget nih
Nah , jalan dari pos 2 ke pos 3 ini sangat panjang dan melelahkan , sehingga kita harus berkali - kali berhenti istirahat duduk , di pos 3 kami memutuskan untuk masak mie dan bikin kopi karena lapar melanda , daaaaannnn beberapa orang ketiduran di pos ini karena lelah , termasuk SAYA hehehe.
bangun tidur , jalan lagi .

trek pendakian dari Pos 3 ke Pos 4



Dari Pos 3 ke Pos 4 ini treknya nyiksa banget , licin dan berakar akar gitu , sedangkan kita sampe di pos 4 ini udah gelap sekitar jm 7 malam gitu , gara-gara kebanyakan istirahat tadi di pos 3.

Hari semakin malam mengharuskan kita terus bergerak, karena jika kita diam sebentar untuk istirahat maka hawa dingin langsung menyerang tubuh sehingga bisa menyebabkan hipotermia, se-capek apapun kaki harus terus bergerak supaya tubuh tidak kedinginan . Dari pos 3 ke pos 4 ada pos bayangan (warung) yang dikenal dengan simpal maleber, menjual kopi dan mie instan, tapi jangan senang dulu, INGAT! KITA HARUS TETAP JALAN, pos 3 ke pos 4 kita menempuh perjalanan selama 1,5 jam.

Sampai di pos 4 makin lelah lah lah, but trekking must go on , Pos 4 ke Pos 5 ini sama aja terjalnya sampe pegangan akar-akar, hari semakin gelap harus pakai senter yang cuma menerangi jalan setapak itu, gelap gulita gak kelihatan sama sekali di depan dan dibelakang saya ada apaan 👻👻. Nah setelah ketemu belokan ke kiri akan ada jalan setapak yang akan mengantarkan kita ke Pos 5 yaitu Alun - Alun Suryakencana. Pos 4 ke Pos 5 menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam . Kebayang dooong berapa jam dari bawah ke atas? dari jam 8 pagi baru sampai Alun - Alun Suryakencana jm 8 malam , 12 JAM , IYA 12 JAM 🤣

Sampai di Alun - Alun Suryakencana (SurKen) gerimis doooong, pembagian tim beberapa bikin tenda , beberapa ambil air di sungai, tebak saya pilih bagian yang mana? YA AMBIL AIR LAAAHHH hahahaha. Kasian banget deh tim bikin tenda yang berjuang gerimis - gerimis mendirikan tenda, selesai bikin tenda, masak air, masak makanan sop, goreng tempe dan nugget, makan kemudian tidur.

Pagi - pagi sekali saya bangun jam 5 untuk kejar sunrise, yang lain msih pada tidur saya keluar tenda sendirian berteman dingin dan kabut tebal, karena mendung, sunrise yang bisa disaksikan hanya 30 menit karena segera tertutup awan mendung.







Jepret - jepret selesai, saya kembali lagi ke tenda dan teman-teman sudah bangun untuk masak sarapan, selesai sarapan mereka beres-beres untuk melanjutkan ke puncak gede, sedangkan saya harus turun gunung sendirian seperti yang saya ceritakan diatas. Jam 7 barang sudah masuk ke carrier semua, jam 8 pagi saya mulai turun.

Sepanjang perjalanan saya bertemu orang yang mendaki dan bertanya mengapa saya turun sendirian, sempat saya bingung jalur turun karena ada jalur cabang 2, yang kanan apa yang kiri nih?
cara menentukannya?
CARI SAMPAH / PUNTUNG ROKOK!
yap , jalur dengan sampah atau puntung rokok adalah jalur yang benar karena kamu sedang berada di Indonesia dimana orangnya suka buang sampah sembarangan :) padahal jelas-jelas tertulis jangan tinggalkan apapun kecuali JEJAK KAKI. Begitu terus sampai basecamp, setiap saya bimbang pilih jalur saya selalu lihat tanahnya ada sampah atau engga.

Jam 12 saya sampai basecamp dengan selamat, duduk sebentar minum teh dan makan nasi goreng telur kemudian cari angkot yang akan mengantarkan saya ke cipanas tarifnya sekitar 10.000 per orang. Dari cipanas saya nyambung angkot lagi yang ke stasiun bogor tarifnya sekitar 20.000 per orang, dari stasiun bogor saya turun di stasiun kebayoran lama untuk langsung menuju rumah murid saya.

Berapa total biaya ?

Ojek ke rumah teman nebeng : 18.000
Nebeng mobil teman baru : 300.000 (sudah termasuk simaksi dan makan di surken)
Makan mang idi : 20.000
Makan basecamp berangkat + pulang : 25.000
Jajan di warung pendakian : 35.000
Angkot basecamp - cipanas : 10.000
Angkot cipanas - st bogor : 20.000
St bogor - Keb.Lama : 6.000
TOTAL : 434.000

Murah kan??






CONVERSATION

1 komentar:

  1. The King Casino | Situs Judi Slot Online Terbaik 2021
    Play online Pragmatic Play Slots at The King Casino - kadangpintar Member https://tricktactoe.com/ Baru & Terpercaya ventureberg.com/ 2021! Rating: 98% · ‎240,388 wooricasinos.info votes https://septcasino.com/review/merit-casino/

    ReplyDelete

Back
to top